Sunday, March 29, 2009

Definitely Maybe

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Romance
Menurut gue film ini romantis buangeet.... Semalem kebetulan ada di HBO. Tapi karena film yang lumayan baru masih tahun 2008 jadi pasti masih ada DVDnya deh. Jadi pengen beli DVDnya.

*sambil ngeces2 liat Ryan Reynolds*

Kalo dibahas jalan ceritanya sih panjang banget karena memang banyak detail dan cukup rumit. Alurnya maju mundur tapi seru. Ceritanya tentang seorang ayah yang menceritakan kepada anak gadisnya tentang kisah cintanya dengan ketiga wanita di masa lalunya hingga akhirnya dia menikah dengan ibu anak itu dan bercerai.

Kisah yang amat rumit karena ketiga wanita itu datang dan pergi dalam kehidupan sang ayah. Bisa dibilang kisah mereka selalu berada di waktu dan tempat yang salah. Mungkin perasaan mereka tidak salah saat itu, hanya keadaan tidak memungkinkan.

Ada salah satu adegan yang gue suka. Saat Will meminta bantuan April untuk 'latihan melamar' Emily.

Will Hayes:      Will you... um... marry me?

April
:     No. What do you mean, 'Will you, um, marry me?' I haven't seen you in weeks! You don't look happy or excited about the prospect of our marriage! You're asking me to give up my - my freedom, my joie de vivre for an institution that fails as often as it succeeds? And why should I marry you anyway? I mean, why do you wanna marry me? Besides some bourgeois desire to fulfill an ideal that society embeds in us from an early age to promote a consumer capitalist agenda?

Will Hayes: Oh! Oh, my God.
 
April: You should've got on your knee.

Will Hayes
: Just shut up! Here - I wanna marry you because you're the first person I wanna look at when I wake up in the morning, and the only one I wanna kiss goodnight. Because the first time that I saw these hands, I couldn't imagine not being able to hold them. But mainly, when you love someone as much as I love you, getting married is the only thing left to do. So, will you, um, marry me?

April
: Definitely. Maybe.


Hiyaaaaaah.... suka aja sama hubungan Will - April yang berteman, bersahabat, sampai mereka tak menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.

Intinya adalah kita mungkin gak pernah tau siapa sesungguhnya cinta sejati kita atau "Jodoh" kita. Bahkan disaat kita merasa sangat mencintai seseorang, takdir tidak demikian adanya. Dan begitu pula sebaliknya, dengan orang yang kita bahkan tidak merasakan cinta yang begitu dalam, ternyata kita tak bisa hidup tanpanya, tidak bisa melupakannya.

Plot lengkap ceritanya bisa KLIK DISINI . Quote diambil DARI SINI
Poster LIHAT DISINI

Cast:




Friday, March 27, 2009

The Thing Called...


Bentuknya sederhana. Tapi sungguh menarik hatinya. Entah mengapa dia sangat tertarik dengan benda itu. Setiap kali pulang sekolah, setiap hari dia selalu menyempatkan diri untuk sekedar lewat dan melihat keadaan benda itu.


Namun dia tak kuasa untuk membawa pulang benda itu. Bahkan dia tak pernah tahu apakah nama benda itu. Dia juga tak pernah tahu apakah benda itu milik seseorang. Di hanya suka bentuknya, warnanya, dan rasa yang ditimbulkan benda itu saat dia melihat meski dari kejauhan. Seperti ada kekuatan magis yang menariknya untuk selalu datang mengagumi benda itu. Dia bahkan tak pernah berani mendekat. Tak berani bertanya pada orang yang ada di sekelilingnya tentang benda itu.

Dibawanya benda itu di dalam ingatannya. Dalam impian semunya. Tiap kali dia mengingatnya, hatinya merasakan senang tiada tara. Meski dia tahu itu hanyalah khayalan semu yang tak mungkin akan menjadi nyata. Dia tak pernah berani untuk membayangkan dapat memiliki benda itu. Dia menyukainya, tapi takut berharap memilikinya. Benda itu terasa jauh dari jangkauan. Terasa berat untuk diraih.

Mungkin dia hanyalah seorang anak perempuan yang masih lugu dan penuh imaginasi. Hanya bisa mengagumi sebuah benda yang bahkan dia sendiri pun tak mengetahui apa fungsi benda itu.

Sejak itu, setiap kali dia dihadiahi apapun saat ulang tahunnya, hadiah-hadiah itu tak pernah di hiraukanya. Mungkin hanya sebentar dikaguminya, namun dia kembali teringat akan benda yang menarik hatinya itu. Terselip harapan di hatinya, andai ada seseorang yang dapat memberikan hadiah benda yang amat sangat disukainya itu.

Sampai suatu saat tanpa diduga, setahun lebih berlalu, benda itu ada di depan pintu kamarnya. Tiba-tiba. Tanpa petunjuk dan nama pengirim. Benda itu ada di depan pintunya.

Dengan hati yang luar biasa bahagia disambutnya benda itu dengan suka cita. Ditimang-timang, dipandangi siang malam, dirawat dengan baik, bahkan di letakkan di lemari kaca. Benda itu menimbulkan rasa bahagia di hari-hari anak perempuan itu. Kadang memberikan rasa sedih, rasa sakit, namun semua tertutup rasa bahagia tiada tara yang selalu dipancarkan. Benda itu mengetahui apa yang diinginkannya, agar dia bisa merasa bahagia.

Namun ternyata dia belum begitu mengenali benda itu. Dia tidaklah tahu apa sesungguhnya yang di butuhkan oleh benda itu. Segala cara yang dia lakukan terhadapnya mungkin saja akan sia-sia. Karena tanpa diketahuinya, rupanya benda itu bukan untuk dirinya. Seseorang telah salah mengantarkan ke depan pintunya.

Anak perempuan itu menyadari bahwa benda itu bukan miiliknya. Bukan hadiah untuk dirinya. Tuhan telah berbaik hati memberikan kesempatan dan mengabulkan  do'anya untuk bisa memilikinya meski hanya sesaat. Sesaat itu pun telah memberikan berjuta rasa bahagia yang tak terkira padanya. Dia harus bersyukur akan hal itu.

Anak perempuan itu tetap bertekad merawat benda itu, menjaga dan menyayanginya sampai kapanpun. Bahkan sampai suatu saat pemilik yang sebenarnya datang mengambilnya.

Dia sudah siap dan akan berbahagia....

Who knows how long i've loved you
You know i love you still
Will i wait a lonely lifetime
If you want me to...i will

For if i ever saw you
I didn't catch your name
But it never really mattered
I will always feel the same

Love you forever and forever
Love you with all my heart
Love you whenever we're together
Love you when we're apart

And when at last i find you
Your song will fill the air
Sing it loud so i can hear you
Make it easy to be near you
For the things you do endear you to me
You know i will
I will







I Will - Jon Schmidt / The Beatles

Tuesday, March 24, 2009

PLEGMATIS

Setelah mencoba test kepribadian di Facebook inilah hasilnya. Ternyata banyak benernya juga. Gue yang gak Percaya diri, cenderung menurut dan tertutup, menyukai hal yang sederhana dan simple,  tapi memiliki kemampuan untuk merasakan emosi yang terkandung di dalam sesuatu

Yang mau coba silahkan lho di klik DISINI



Plegmatis
Phlegmatik (Phlegmatic) - Cairan phlegma - Lambat - “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak terus berkepanjangan. Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis. Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Phlegmatis memiliki sifat alamiah pendamai. Ia biasanya menghidari kekerasan. Karena itu jugalah ia adalah orang yang mudah diajak bergaul, ramah, dan menyenangkan. Ia adalah tipe orang yang bisa membuat sekelompok orang tertawa terbahak-bahak oleh humor-humor keringnya, tetapi ia sendiri tidak tertawa. Ia adalah pribadi yang konsisten, tenang, dan jarang sekali terpengaruh dengan lingkungannya. Inilah yang membuatnya hampir-hampir tidak pernah terlihat gelisah. Di balik pribadinya yang dingin dan malu-malu, sesungguhnya ia memiliki kemampuan untuk dapat lebih merasakan emosi yang terkandung pada sesuatu. Karena sifatnya yang menyukai kedamaian dan tidak menyukai pertikaian, ia cenderung menarik diri dari segala macam keterlibatan. Hal inilah yang sering kali menghambatnya untuk menunjukkan kemampuannya secara total. Sering kali mereka hanya menggunakan 30%-50% dari kemampuan mereka. (by Joseph http://cybersurferzone.blogspot.com)



Kintamani, Tirta Empul Day 3, 080309






Selanjutnya kita ke Kintamani dan Tirta Empul. Pokoknya isinya foto2an aja deh yaaa.....




Sempet nyesel juga gak sempet belanja oleh2 di Tirta Empul yang ternyata banyak kios dan murah2. Karena kita baru tahu saat perjalanan menuju Bis..... Huwaaaaaaaaa.... sebeeeeeelll.... Setelah ini gak ada kesempatan beli oleh2 lagi hiks.....





Monday, March 23, 2009

Day 3 Nonton Barong & Tattoo di Batu Bulan




Hari ke 3 acaranya jalan-jalan. Pertama melihat Barong di daerah Batu Bulan. Trus jalan2 melihat kerajinan Perak di Celuk yang mahalnya minta ampyuuuunn....



Karena ngambek gak ada yang bisa dibeli di tempat pengrajin Perak itu, kita gak ada Foto dokumentasinya deh hahahahahahahahah......



Sebenernya kurang nyaman nonton Barongnya karena udah penuh banget dan gak kebagian tempat yang enak. Jadi gue berkeliaran aja di belakang panggung dan foto2. Sementara yang lain nonton, gue malah bikin Temporary Tattoo di kaki kanan kiri hihihihihi.....


Thursday, March 19, 2009

Still Day 2 in Bali, Dinner & Api Unggun Nite, 070309





Hanya cerita singkat yang sayang kalo gak di posting. Pulang dari Tanah Lot kita Dinner di Jali-jali Restoran di Mall Bali Galleria.

Makanannya lumayan. So so lah. Malah gue lupa menunya apa aja. Soalnya dah pada laper banget setiap tiba di meja langsung di serbu dan habis tanpa sempat difoto hahahahahahahahhahahaha..........

Ada Kangkung, Ayam goreng, ikan goreng tepung saus telur asin, Mie goreng, Ikan gurame (kalo gak salah), sup, dan lain2 lupa deh hihihihihihihi.....

Malamnya kita berkumpul di pantai belakang Hotel Ramada Bintang Bali sambil menyalakan api unggun. Acaranya Audisi Lomba Karaoke untuk malam berikutnya.

Ada 18 peserta yang ikut dan 3 orang juri salah satunya adalah gue.... Lumayan lho yang menang berhadiah Handphone.


Tanah Lot in Day 2, 070309





Setelah Outbound di Kebun Raya Bedugul, kita ke Tanah Lot untuk menikmati sunset.

Tapi setelah sampai disana ternyata air sedang pasang dan pengunjung sangat ramai. Jadi kurang nyaman jalan2 nya. Kita cuma foto2 aja deh. gak sempet belanja2. Jadi nyesel hiks...... Sunset pun gak kita dapat dengan bagus.

Oh iya disana gue smpet foto sambil megang Ular Anakonda yang guedeeeeeeeee....... hahahhahahahaa.... seru juga rasanya. Soalnya ditantang sama direktur gue kalo berani pegang ular nanti dibayarin.

Yuk mare pegang ulaaar......




Wednesday, March 18, 2009

Day 2 Outbound @ Kebun Raya Bedugul, 070309




Hari ke-2 di Bali seharian kita Outbound di Kebun Raya Bedugul yang sejuk dan indah. Bagus banget deh kebun raya disini rapi, bersih dan sejuk.

Tapi karena acaranya outbound jadi gak sempat menikmati keliling Kebun Raya yang luas itu.....



Tiba disana langit agak mendung. Dimulai dengan permainan2 yang dibagi menjadi 3 kelompok. Permainannya seru2. Yang tujuan utamanya adalah Team Building biar kompak selalu.

Setelah selesai acara team building & lunch yang enaak banget, tiba saatnya kita bermain2 dan memacu Adrenaline dengan HIGH ROPE. Main Flying Fox dan lain2 di atas pohon2 di ketinggian +/- 20 meter dari tanah huhuhuhuhuhuh.......


Seru banget...

Saat kita mulai High Rope, hujan deras mengguyur. Jadi kita basah kuyup sambil bermain2 di atas.

Sayangnya gue cuma bisa sampai setengah permainan dan dengan terpaksa di kerek turun karena kaki gue kram dan gak boleh melanjutkan permainan . Sedih banget deh gue.... Padahal pengen juga menyelesaikan permainan yang seru dan menegangkan itu...

Sebagian besar foto2 Outbond diambil oleh Fotografer yang di sewa. Jadi maklum aja ya gak bisa narsis2an. Karena kamera pribadi gak boleh dibawa (walaupun nekat juga pada bawa dan foto2 sebentar sesudah ganti baju)....


Selanjutnya kita bergerak menuju Tanah Lot untuk menikmati Sunset.......



Monday, March 16, 2009

Left Side Of His Face


Di antara kerumunan sekitar 20 orang alumni di sebuah restoran Sushi, di sebuah mal dia tetap tegak mematung. Tatapannya kosong. Aku harus menengadahkan kepala untuk melihat wajahnya. Apakah karena posisiku yang sedang duduk dan dia berdiri, atau karena dia memang jauh lebih tinggi dariku. Entahlah.


Aku hanya dapat melihat sisi kiri wajahnya. Tampak membias dengan cahaya terang lampu tepat diatas kepalanya. Silau. Dan aku berpaling. Tak kuat memicingkan mata karena bias cahaya.

Suasana mulai sepi. Kulihat sekeliling. Tempat parkir mobil. Aku berjalan tenang disini kirinya. Kutatap sejenak sisi kiri wajahnya sebelum memasuki Jeep hitam di lantai parkir yang mulai kosong. Padahal saat itu masih sore hari.

Mobil berjalan melewati jalan yang tak kukenal. Dia tetap tak bersuara. Hanya menampakkan rasa sedih yang dalam. Kulihat itu dari sisi kiri wajahnya, sering kali sepanjang perjalanan kami. Aku bisa merasakan kehilanganya yang amat dalam. Dia tak berkata sepatah katapun.

Hhhhhhhhhh.....

Mobil memasuki sebuah jalan berbatu yang sempit hanya cukup untuk satu mobil saja. Tiba di sebuah lapangan yang cukup luas. Mobil berhenti.

Seperti telah menerima pesan secara telepati, tanpa komando, aku turun dan dia juga turun dari kemudi. Dia seperti tak sanggup menahan sedih hingga untuk memarkirkan mobilnya di lapangan berbatu itu pun dia memintaku. Tanpa kata.

Sekarang aku sudah berada di depan kemudi. Aku mencoba memarkir Jeep besar itu. Dengan sedikit susah payah, belum pernah aku berada di belakang kemudi Jeep. Akhirnya mobil berhasil di parkir. Seadanya.

Kami bejalan menuju sebuah rumah yang belum pernah aku datangi.
Ooh ini rumah wanita itu. Wanita yang membuatnya sedih karena akan meninggalkan dia untuk menikah dengan orang lain.

Rumah itu hiruk pikuk. Banyak orang hilir mudik. Sedang ada persipan pesta tampaknya. Yup, pesta pernikahan wanita itu dengan seorang pria. Kudengar helaan napasnya beberapa kali.

Sampai kemudian aku merasakan ada yang mengamit tanganku menuju samping rumah. Seorang gadis berpakaian seragam SMU. Putih Abu-abu. Dia tersenyum padaku.

"Mba... nanti tidur disini ya. Menginap disini. Temani Kakakku...."

Aku terkejut. Aku tak mengenalnya.

Belum sempat aku menjawab tiba-tiba keluar seorang nenek dengan kebaya hitam berbunga merah dan kain jarik. Tersenyum padaku. Menggandeng dan mengelus tanganku tanpa melepaskan pandangannya dariku.....

***

Dan aku terbangun....


MIMPI yang aneh.....
Beberapa hari kemudian mimpi yang sama berulang....
Begitupun beberapa hari setelahnya...

Berulang sampai 3 kali....
Sama persis....
Aku tidak mengenal mereka, lelaki itu, gadis berseragam SMU, pun nenek yang menatapku dengan ramah....

MIMPI kan hanya bunga tidur ya.....



Thursday, March 12, 2009

Lagiiii BALI Day 1 , GWK, Jimbaran, Ramada Bintang Bali Resort - 060309






Setelah puas foto2 kita nunggu acara Tari Kecak di Amphitheatre sambil ngopi2 di Cafe yag ada di GWK dengan view yang indah banget dari atas.




Pulang dari GWK kita Dinner di Furama Resto di Jimbaran. Menunya aneka Seafood. Enak dan komplit.

Lalu Check In di Ramada Bintang Bali Resort KUTA. Rencananya mau pada jalan atau dugem malem2. Tpai akhirnya gak jadi karena pada tepar semua pengentidur. Akhirnya cuma jalan2 di seputar jalanan Kuta depan Hotel hehehehe.....




BALI Day 1, Kantor, Ckr-Ngurah Rai, GWK - 060309




Hari pertama Jumat 6 Maret 2009

Walaupun sedih karena Kamera Digitalku rusak dan tak bisa dibawa ke BALI, tapi aku senang banget malah banyak fotonya dari 9 kamera teman2. Bisa tetep narsis doooong hahahahaha......

Kumpul di kantor jam 10 pagi. Pesawat Sriwijaya Air SJ260 take off pukul 13.15 tepat.

Sampai di Bandara, kita makan siang lesehan pake nasi bungkus Bogana yang enak banget.




Sempat telp Pia Legong buat oleh2 supaya diantar ke Hotel hari Senin. Dari 53 bungkus yang kami pesan cuma bisa di supply 30 bungkus hiks... Karena long weekened, pesanan mereka jadi melebihi target katanya......

Tiba di Ngurah Rai Bali pukul 16.00. Langsung menuju Garuda Wisnu Kencana. Selama 4 hri nanti kita ditemani Tour Guide yang ganteng namanya Beli Kadek lumayan suka becanda yang garing2 dan agak2 nyerempet anonoh hahahahah....



Setelah itu acaranya adalah foto2 dan selanjutnya nanti ngopi2 sambil menunggu pementasan Tari Kecak di Amphitheatre pukul 18.30.

Tuesday, March 3, 2009

Akhirnya.... ke BALI

Start:     Mar 6, '09 10:00a
End:     Mar 9, '09 8:00p
Location:     B.A.L.I
Akhirnya ke Bali jugaaa.....
Brangkaaaaaaaat..........

Sunday, March 1, 2009

Keledai Dungu



Hanya keledai dungu yang jatuh ke lubang yang sama dua kali

Berarti gue lebih dungu dari keledai dungu
Embeeeeeeeeer.............