Sudah 8 bulan berlalu. Dengan ritual malam yang sama. Dengan doa yang sama.
"Tuhan berikan dia yang terbaik... karena aku tak rela kalau dia tidak mendapatkan yang baik... dan kalau masih berjodoh denganku maka dekatkanlah"
Iya aku sudah gila. Mungkin virus sakit jiwa sudah mulai menggerogoti aku sejak 2 tahun lalu tanpa kurasakan.
Kulirik sesaat 'alarm' yang membangunkanku setiap malam untuk Tahajud. Dia sudah terlelap tenang dibalik selimut hangatnya. Perutnya sudah kenyang dengan ASI yang sudah aku sumpelkan kemulutnya beberapa menit yang lalu.
Bahkan wajah tampan bayi 8 bulan itupun tak bisa merubah ritual dan doaku. Aku lirik sesosok tubuh disebelahnya.
Bahkan lelaki sabar dan tenang itu pun tak mampu menghilangkan bayanganku dari dia.
Tanggal 5 Maret , 2 tahun yang lalu dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Tanpa alasan. Hanya sebuah tatapan datar tanpa sisa cinta, dan berakhirlah hubungan pacaran 5 tahun kami.
Hatiku hancur, remuk redam. Semua harapan musnah. Kesetiaan selama ini, pengorbanan hati dan waktu selama 5 tahun bersama berkeping-keping ditelan kabut hitam penuh misteri.
Aku datangi rumahnya. Bertemu dengan Ibunya. Saat itu otakku benar-benar sedang tidak waras. Aku menangis dan bersimpuh. Memohon kepada Ibunya yang sama tak berdayanya. Sambil menitikkan air mata berpelukan bersama ku tanpa memberi jawaban atas pertanyaanku.
Tanggal 12 Maret dia menelepon dan benar-benar sudah memutuskan untuk tidak akan melanjutkan lagi hubungan kami. Dia sudah memutuskan dengan tegas.
Dan air mataku kering saat itu. Suaraku hilang. Nafasku memburu saat telpon ditutup.
Tanggal 15 Maret. Ulang Tahunku....
Sebuah nomor tak dikenal masuk ke HPku. Ah mantanku dimasa kuliah dulu. Dia mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi dimana dia yang aku aku harapkan megucapkan selamat? SMS pun tak ada.
Aku dan mantan saat kuliah kembali berhubungan dekat. Tapi tidaklah sama dengan dia. Dia yang tidak romantis tapi selalu punya solusi untuk segala masalahku. Teman berdebat yang pintar dan menentramkan hati, bahkan disaat perbedaan pendapat mencuat. Beda dengan mantanku saat kuliah, yang terlalu tenang, terlalu diam dan menurut. Tak bisa berdebat dengan nyaman. Semua terlalu berjalan mulus.
Ah mantan saat kuliah ini mulai serius padaku. 6 bulan tepat setelah ulang tahunku itu dia melamarku. Dan aku menerima lamarannya dengan emosi jiwa. Dengan masih dipenuhi oleh bayangan dia yang telah menyakitiku tanpa alasan. Dan akhirnya aku menerima mantanku saat kuliah menjadi suamiku.
***
Supir Mikrolet tak tau diri!!!!
Baru saja aku diguyur air kotor bekas hujan yang menggenang.... aaaarrrgggghhh!!!!!!!!!
Sampai di kantor aku menghambur ke Toilet membersihkan yang masih bisa terselamatkan. Cuci tangan di Washtafel.
Kamfreet!!!!
Cincin di jari manis kiriku terlepas masuk ke dalam pipa pembuangan washtafel... Aaaarggghhhh!!!!!!!
Iya .... iyaaa..... itu adalah cincin dari diaaa....
Iya .... iyaaa..... aku masih memakainya bahkan setelah aku menikah....
Iya .... iyaaa..... aku bahkan masih menyimpan semua barang-barang pemberiannya.
Karena aku tidak pernah bisa membencinya
Karena aku tetap mencintainya
Karena mungkin aku sudah sakit jiwa.....
Aku terburu-buru memasuki ruangan Kepala Divisi bagian rumah tangga. Memohon ijin memanggil tukang untuk membongkar pipia Washtafel tempat cicinku berada.
Oh Tuhan, cicin itu harus berada kembali di tanganku...... HARUS!!!!!
*bersambung*
Pic taken from http://i302.photobucket.com/albums/nn101/Bridget_2008_20/sad.jpg
wah, kisah yg menarik. Ditunggu lanjutannya.
ReplyDeleteditunggu lanjutan kisahnya....
ReplyDeleteseru nih Di
ReplyDeletemasukin ke majalah perempuan
tunggu besok yaa..... :D
ReplyDeletemakasiiih.... besok insyaallah dah ada lanjutanya.......n
ReplyDeleteini kisah nyata seorang teman.... aku kasih bumbu2 dikit mas.... penulis pemula, belum bisa bikin yang bagus ... heheheheeheheh......
ReplyDeleteeh kakak diaaannnn...sekarang udah jadi penulis pula yak...
ReplyDeleteterinspirasi dari cerita teman kakaaaak... heheheheheehe.....
ReplyDeletewalahhh .... kerja atau bikin cerpen sihh ??? hehehe...
ReplyDelete* kpn makan siang di .... kapaaaaaaaannn ???
ohhhhhh mo saingannya sama jojo kacang ijo diiiiiiiiiiiiiiiiii
ReplyDeleteahhhhhhhhh ceritanaaaaaaaaaa.........
Sambil nulis sambil kerja buuun hihihihihihi..... ayo bun makan siang tapi deket2 sini yaaaaaaaaa.......
ReplyDeleteenake masukin termehek2
ReplyDeleteaaaaaah.... wiwikbodiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..... uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuughhhhh...........
ReplyDeletebagus kok cin..tapi jangan bikin penasaran donk...mana lanjutannya...
ReplyDeleteudah ketemu orangnya kok hehehehehe....
ReplyDeletebesok insyaallah aku lanjutka ntaaaa..... gak sempet nih nulisnyah dah kesorean eeeuy.....
ReplyDeletesebenarnya km sayang dia ga sey?
ReplyDeleteaku sayang banget sama dia..... tapi gimana dengan anak kita beb? *sambil gendong & nyusuin*
ReplyDeletehmmmphhh ..
ReplyDeletejadi dia pakai dua cincin di tangannya?
dan suaminya tak pernah bertanya?
menarik .. :)
ayo teruskaaannn .. :D
iya say, tetep dipake sampe nekat minta bongkar pipa washtafel di kantornya hahahahahahahha......
ReplyDeletekapan n dimanaaaaaaaaaa...??
ReplyDeleteternyata..oh ternyata...
ReplyDeleteengkau pintar juga bercerita Diiiiii..
tunggu besok akkkhh
ehh, sambungannya besok kan ???
kapan aja bun tapi deket2 Fatmawati sini ya... tapi bingung ya disini yang enak dimana heheheheheheheh........
ReplyDeletemakasih mbaak... iya besok aku usahakan udah ada sambungaya hihihihihi.....
ReplyDeletesiiippp
ReplyDeleteditunggu lanjutannya mba
ReplyDeletedi pim kali yahh .....hehehe...
ReplyDeleteataaauu pangpol situ .. ada chamoe2...
ada Q grill ... ada ada ada ...:))
kentang..
ReplyDeletekeren! aku tungguuuuuuuu....
ReplyDeletembak Diyannnnnn
ReplyDeletelanjut...lanjut..lanjut....
ReplyDeletehwaaaaaaaaaa... sebegitunyaaaaaaaaaaa... ayo terus lanjutkan say, jd pesanaran niiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhh
ReplyDeletegw kirain ini kisah nyata gw Di
ReplyDeletehampir sama hiksss
cerita yang mengahazru biru..hiksss...
ReplyDeleteandai belum kering kering airmataku pasti akan basah pipi ini...
ReplyDeletenice story
ReplyDeleteduh, ada apa lagi nih...kok jadi menggapai cinta yg hilang... ;-)
ReplyDelete*duduk manis, nunggu lanjutannya*
ReplyDeletenunggu sambungannya
ReplyDeleteberdebar2 nunggu sambungannya..
ReplyDeleteDi..
ReplyDeleteIni cerpen atau pengalaman pribadi?
Wah...ceritanya bagus. Apalagi pake acar bersambung segala. Bikin penasaran.
ReplyDeleteceritanya kurang jelas nh.. alurnya diatur donk.. trz skenarionya harus lebih rapi.. gmana sh
ReplyDelete*ceritanya redaktur
tunggu kapannnn niyyyyy *waitingggg
ReplyDeleteya ampuuun....
ReplyDeletegue suka nih cerita sakit jiwa macam ini...
ReplyDeletelanjuuttt!!!
dian! ngga nyangka!
ReplyDeleteHmm... kenapa masih hidup di masa lalu ketika kamu sdh punya segalanya di masa sekarang? Mungkin hilangnya cincin itu adalah pertanda bahwa masa lalu itu memang hrs dilepaskan. Jangan sampe kamu sibuk merogoh2 pipa washtafel utk mendapatkan kembali cincin itu, eeh kehilangan cincin kawin juga..
ReplyDeletejangan lama-lama ya bikin sambungannya ... ditunggu lho mbak :-)
ReplyDeletebaiklah saya usahakan sekarang....
ReplyDeleteboleh bun di pangpol juga boleeeh..... di PIM juga deh... nanti kabar2i yaaaa........
ReplyDeletegantuuuung.....
ReplyDeleteaduh padahal endingnya belum tau niiiiiiiiiiiiiiih.... hahahahahaha... lagi nyari wangsiiiiiiiiit........
ReplyDeleteMas Ugrooooooooooooooo...........
ReplyDeletebeeeuh bayak kerjaan mbak hari ini tapi mari semangaaaaaaaat..........
ReplyDeletelebay ya? embeeeeeeeeerrr hahahaha.... didramatisir, namanya juga cerita Jeng...
ReplyDeleteNadja... Cumi Na... Cuma mirip hehehehehe.....
ReplyDelete*kasih Tissue satu box*
ReplyDeleteuntung dah kering jadi pasti gak basah kan?
ReplyDelete*bingung sama kalimat sendiri*
Thanks Kang Deni padahal endingnya belum cenchuuuuw.... hahahahaa...
ReplyDeleteBukan cintaku Nukie... cintaku gak hilang kok ..... hihihihihihi....
ReplyDeletesiapin cemilan ama teh manis yaaa....
ReplyDeletesemoga gak lama ya nyambungnya.... masih ribet niiih....
ReplyDeleteperiksa ke dokter mas... jangan2 jantungnya kenapa tuh sampe berdebar2...... :P
ReplyDeletecerpen terinspirasi dari pengalaman pribadi seorang teman Rik....
ReplyDeleteaduh jadi beban banget nerusinnya jadi bagus gak yah... hahahahah.... thanks ya Rifky....
ReplyDelete*timpuk sendal jepit* sekali2 nyenengin mpok lo ini kek Duuuut...
ReplyDeletekapan kapaaan say blom tau nih huhuhuhuhu....
ReplyDeleteyaa gitu deh yuuuuuuuu.............
ReplyDeleteada ide? ada ide? lagi tumpul padahal sok sok dibuat bersambung heheheheheh......
ReplyDeletenggak nyangka juga ih Koh..... hiks hiks sampe terharu... *mulai lebay*
ReplyDeleteGue setuju Ta. Secara teori bisa banget. Itu dia gue juga gak ngerti apa yang ada di pikiran istri itu sampe hidupnya bisa ditutup oleh masa lalu yang tak jelas juga....
ReplyDeleteSemoga semua baik2 saja dan kita semua gak ada yang ngalamin ini.....
tergantung sogokan niih.. mau lama apa mau cepeeet???
ReplyDeleteiya hidup itu harus lihat ke depan...anggaplah masa lalu hanya dijadikan untuk pembelajaran....tapi mana cerita part 2 nya.....janjinya hari ini lo...hehehehe
ReplyDeleteaduh insyaallah hari ini ya say... solanya banyak banget kerjaan nih.... lagi pula blm dapet wangsit niiiih hahahahahahaha......
ReplyDeleteaih kamu pandai juga menulis
ReplyDeleteditunggu sambungannya
huaaaaaaa... kayaknya harus lembur demi postingan neh..... Di rumah internet lagi mate' Teeeh....
ReplyDeletelah itu bukan cerita elo toh? kirain... hehehe :P
ReplyDeletebukan bebeeh.... hahahahahaha.... itu fiksi.... kan gue blm nikah juga
ReplyDeletesaya doankan segala harapan dan impian selalu lancar dan terkabul untuk Dian amin :D
ReplyDeleteaamiiin... makasih agnes...... *hugs*
ReplyDelete